Senin, 25 Maret 2013

Pengaruh Permainan Kartu Domino Terhadap Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan



PENGARUH PERMAINAN KARTU DOMINO TERHADAP KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN
(Penelitian pada Siswa Kelompok A2 TK Islam Jami’atul Quro’ Kota Magelang)
Oleh : Mutma’inah
NPM : 10.0304.0108

ABSTRAKSI:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh permainan kartu domino terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan di TK Islam Jami’atul Quro’ Kota Magelang tahun ajaran 2012-2013. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi eksperimen. Subjek penelitiannya, yaitu anak kelompok A2 sebanyak 20 anak, 10 anak pada kelompok eksperimen dan 10 anak pada kelompok kontrol di TK Islam Jami’atul Quro’ Kota Magelang. Adapun data yang diperoleh merupakan hasil observasi, dokumentasi serta tes yang dilakukan kepada setiap subjek yang diberikan pada saat pre-test dan post-test dan diuji dengan menggunakan Uji-t dengan bantuan SPSS Versi 20.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada pengaruh signifikan penggunaan permainan kartu domino  terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak. Hal ini dibuktikan dengan skor kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak kelompok ekperimen peningkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kesimpulannya adalah ada pengaruh signifikan penggunaan permainan kartu domino terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan.
           
Kata Kunci : kartu domino, mengenal konsep bilangan.

PENDAHULUAN

Pengenalan matematika di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) seperti menghitung, bilangan dan operasi bilangan, sebaiknya dengan menggunakan benda-benda konkrit. Matematika atau berhitung amat penting dalam kehidupan, kegiatan belanja, menghitung benda, waktu, jarak, kecepatan adalah contoh sederhana tentang kebutuhan matematika dalam kehidupan sehari-hari (Suyanto, 2005:56).
Menurut Shaffer (dalam Masitoh dkk, 2005:74) belajar anak terjadi ketika anak  membuat suatu perubahan yang lebih permanen dalam pikirannya atau perilakunya sebagai hasil dari interaksi antara kematangan dan belajar. Keberhasilan anak dalam belajar tergantung pada cara penyajian materi pembelajaran, media pembelajaran dan metode mengajar yang digunakan oleh guru pada proses belajar mengajar.
Hasil observasi peneliti di TK Islam Jami’atul Quro’ Kota Magelang, masih banyak orangtua anak serta pendidik yang lebih menekankan pada pengenalan lambang bilangan, sehingga banyak anak yang mengalami kesulitan dalam kegiatan mengenal bilangan atau menghitung jumlah benda. Kesalahan yang banyak dilakukan orangtua dan pendidik PAUD adalah menekankan pada pengenalan lambang bilangan, bukan pada konsep bilangannya (Rohmitawati, 2008), sementara mengenal konsep bilangan merupakan pondasi utama dalam matematika. Sebagai dampak dari kesalahan orangtua dan pendidik di TK Islam Jami’atul Quro’, sekitar 70 % anak kelompok A mengalami kesulitan dalam mengenal konsep bilangan, hal ini sering terjadi ketika anak melakukan kegiatan memasangkan jumlah benda dengan angkanya, menghitung jumlah benda, serta membedakan jumlah benda yang  sama dan tidak sama.
Salah satu cara penyajian materi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia 4-6 tahun dengan menggunakan kartu domino. Kartu domino disini bukanlah suatu kartu yang digunakan oleh orang untuk berjudi, melainkan  suatu media untuk pembelajaran yang bentuknya dibuat seperti kartu domino untuk menarik minat anak dalam mengenal konsep bilangan di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Pembelajaran mengenal konsep bilangan dengan menggunakan media kartu domino dirasakan akan lebih efektif dan berhasil daripada menggunakan  metode informasi/ceramah.
Rumuskan masalah dalam penelitian ini : “Apakah ada pengaruh permainan kartu domino terhadap mengenal konsep bilangan?”. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permainan kartu domino terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan. Penelitian ini memberi manfaat dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini, utamanya terkait dengan pengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan serta peningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan.
Menurut Copley (Astuti, 2012:25) angka atau bilangan adalah lambang atau simbol yang merupakan suatu objek yang terdiri dari angka-angka. Sebagai contoh bilangan 10, dapat ditulis dengan dua buah angka (double digits) yaitu angka 1 dan angka 0. Menurut Delphie (2009:3)  bilangan merupakan cabang matematika yang membahas tentang hubungan antara hubungan simbol nyata dengan perhitungannya. Pengetahuan tentang bilangan yang sering disebut sebagai aritmetika. Setiap bilangan yang dilambangkan dalam bentuk angka, sebenarnya merupakan konsep abstrak. Seperti yang telah dikemukakan di atas bahwa dalam pembelajaran matematika mengenal konsep bilangan tidak hanya tampilan bahasa lisan saja tetapi harus diiringi dengan tampilan model/benda mainan ataupun tampilan gambar. Untuk dapat mengembangkan konsep bilangan pada anak anak Taman Kanak-kanak tidak dilakukan dalam jangka waktu pendek, yang harus dilakukan secara bertahap dalam jangka waktu yang lama, serta dibutuhkan media yang kongkrit untuk membantu proses pembelajaran mengenal bilangan.
Menurut Coopley dalam Astuti (2012: 27) mengungkapkan indikator yang berkaitan dengan kemampuan mengenal konsep bilangan yaitu (1) counting (berhitung), (2) one-to-one correspondence (koresponden satu-satu), (3) quality (kuantitas), (4) comparison (perbandingan) dan (5) recognizing and writing numeral (mengenal dan menulis angka).
Dalam menyampaikan materi pembelajaran mengenal konsep bilangan untuk anak usia 4-6 tahun (Taman Kanak-kanak), memerlukan tahapan-tahapan dalam penyampaiannya dan dilakukan secara bertahap. Pendekatan dengan menggunakan materi kongkrit dan gambar harus secara intensif dilakukan di tingkat awal pada anak, sebelum anak memasuki tingkat pengenalan bilangan selanjutnya. Menurut Gage dan Berliner (dalam Makmun, 2005) dalam konteks ini guru berperan, bertugas dan bertanggung jawab sebagai berikut: a) Perencana (planner) b) Pelaksana (organizer), c) Penilai (evaluator)
Froebel (Patmonodewo, 2003:7) berpendapat bahwa masa anak merupakan suatu fase yang sangat penting dan berharga, dan merupakan masa pembentukan dalam periode kehidupan manusia (a noble and malleable phase of human life). Oleh karenanya masa anak sering dipandang sebagai masa emas (golden age) bagi penyelenggaraan pendidikan. Pada masa ini anak belajar terbaik melalui kehadiran objek permanen (objeck permanency) sudah mulai berkembang.  Cara berfikir anak usia 4-6 tahun bersifat konkret dan transduktif, anak menghubungkan benda-benda yang baru dipelajarinya berdasarkan pengalamannya berinteraksi dengan benda-benda sebelumnya.
Berdasarkan cara berpikir anak usia 4-6 tahun, menurut Suyanto (2005:8) prinsip belajar di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebaiknya memiliki ciri : 1) konkret dan dapat dilihat langsung, 2) bersifat pengenalan, 3) seimbang antara kegiatan fisik dan mental, 4) sesuai tingkat perkembangan anak, 5) sesuai kebutuhan individual, 6) mengembangkan kecerdasan, 7) sesuai dengan langgam belajar anak, 8) kontekstual dan multi konteks, 9) terpadu, 10) penggunakan esensi bermain.
Bermain adalah kegiatan yang dilakukan secara berulang-ulang untuk kesenangan (Piaget dalam Ismail, 2009:24). Menurut ­Arbarini (2009 dalam [arbarini.blogspot.com] diakses 10 Mei 2012) salah satu permainan untuk anak usia dini Permainan  matematika, yaitu permainan hitung-menghitung, lotto, domino.
Kartu domino berisi lingkaran yang merepresentasikan bilangan dari kosong (nol) sampai 12. Kartu tersebut baik untuk melatih anak menghitung dan mengenal pola (Suyanto, 2005:69). Menurut Anang (dalam Sabeth 2008: 26), kartu domino dapat dijadikan mainan edukatif, salah satunya digunakan untuk mengenal konsep bilangan dan operasi bilangan. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah sebagai : 1) mengenal pola, 2) belajar membilang, 3) Belajar membandingkan, 4) Operasi penambahan, pengurangan
Permainan kartu domino merupakan media yang dapat memberikan pengalaman langsung bagi anak, dimana anak dapat secara langsung terlibat dalam kegiatan mengenal konsep bilangan pada kartu domino yang telah domodifikasi. Selain itu menurut Juliarti dalam Sabeth (2008: 26) dengan mengggunakan kartu domino ternyata anak lebih mudah memahami konsep bilangan, anak juga merasa senang karena mereka dapat belajar melalui bermain. Konsep permainan kartu domino yang dimodifikasi oleh peneliti adalah :
                           1
 




Gambar 1
Kartu domino untuk mengenalkan konsep jumlah.


Melalui permainan kartu domino diharpkan anak usia 4-6 tahun lebih terampil dalam mengenal konsep bilangan melalui kegiatan berhitung, menghitung jumlah benda, membadingkan jumlah benda, dan memsangkan jumlah benda dengan angka.

Metode
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi eksperimen, desain dalam penelitian melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Desain ini melakukan pengukuran awal (pretest) terhadap kedua kelompok. Kemudian memberikan perlakuan (treatment) terhadap kelompok eksperimen saja. Selanjutnya, kedua kelompok tersebut dilakukan kembali pengukuran (post-test).
Penelitian ini dilakukan di Taman Kanak-kanak (TK) Islam Jami’atul Quro’ Jl. Gajah Mada nomor 15 Ngentak Gelangan Kecamatan Magelang Tengah Kota Magelang 56112 Telepon (0293) 313786. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah anak kelompok A2 sebanyak 20 anak. Kegiatan penelitian ini dilakukan pada semester satu (ganjil) tahun ajaran 2012/2013 pada bulan Juli, Agustus, September  dan Oktober tahun 2012, dimana selama 5 bulan ini akan direncanakan untuk observasi, pengumpulan data, menganalisis data,  menentukan hasil analisis.
Alat ukur dalam penelitian dinamakan instrument penelitian. (Sugiyono, 2001: 84). Adapun instrumen yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui : 1) Studi Dokumentasi, 2) Observasi, 3) Wawancara. Intrumen penelitian ini menggunakan skala pengukuran jenis skala 0-1 atau Teknik skala Guttman. Skala yang digunakan adalah skala nilai dengan menggunakan kategori nilai 1 untuk muncul dan 0 untuk tidak muncul. Sebelum instrumen digunakan maka dilakukan uji coba terlebih dahulu. Uji coba dilakukan terhadap anak-anak kelompok A1 sebanyak 10 anak di TK Islam Jami’atul Quro’ Setelah diujicobakan  maka dilakukan penyeleksian item dengan melihat hasil validasi instrument. Penghitungan koefisien korelasi product moment/r hitung dengan bantuan aplikasi Ms. Excell 2010. Dan 49 item dinyatakan valid. Selanjutnya perhitungan reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS Versi 20.0 dengan metode alpha-cronbach’s dengan hasil 0.990.

Hasil Penelitian
Bentuk pelaksanaan penelitiannya adalah sebagai berikut : pada kelompok eksperimen dilakukan sebanyak 8 kali treatment, dalam satu kali treatment dilakukan kurang lebih 30 menit. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan di TK Islam Jami’atul Quro’ tahun ajaran 2012-2013 sebelum dan sesudah menggunakan permainan kartu domino. Secara lebih rinci tentang peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan tersaji pada tabel berikut :
Tabel 1
Keadaan Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Kelompok Eksperimen

No
Nama
Pretest
Postest
Peningkatan
1
GA
30
49
19
2
GW
26
44
18
3
MA
34
41
7
4
IA
39
48
9
5
VB
31
46
15
6
NB
13
49
36
7
CA
39
43
4
8
RR
37
48
11
9
NZ
24
35
11
10
JI
44
48
4

Berdasarkan tabel di atas bahwa seluruh anak mengalami peningkatan. Peningkatan yang cukup tinggi  dialami oleh NB sebanyak 36 skor, GA sebanyak 19 skor, GW sebanyak 18 skor dan VB sebanyak 15 skor. Sedang anak yang lainnya mengalami peningkatan namun peningkatannya tidak cukup tinggi.
Selanjutnya berikut disajikan kondisi kelompok kontrol tersaji pada tabel 2 berikut :
Tabel 2
Keadaan  Kemampuan Mengenal Konsep Bilangan Kelompok Kontrol

No
Nama
Pretest
Postest
Peningkatan
1
RH
18
21
3
2
AZ
45
46
1
3
AH
22
26
4
4
YC
42
42
0
5
SC
43
43
0
6
KP
33
41
8
7
CN
29
33
4
8
AY
13
20
7
9
KP
36
36
0
10
MD
47
47
0

Berdasarkan tabel di atas bahwa tidak seluruh anak mengalami peningkatan . Peningkatan yang cukup tinggi  dialami oleh KP sebanyak 8 skor, AY sebanyak 7 skor, CN dan AH  sebanyak 4 skor, RH sebanyak 3 skor serta AZ sebanyak 1 skor. Sedang anak yang lainnya tidak mengalami peningkatan kemampuan atau memperoleh  0 skor. 
Sebelum data pengaruh permainan kartu domino terhadap  kemampuan mengenal konsep bilangan diolah lebih lanjut, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan homogenitas data dengan bantuan software SPSS Versi 20.0 dengan hasil sebagai berikut :
Tabel 3
Uji Normalitas Data Pre-Test dan Post Test Kelompok Eksperimen dan Kontrol

Kelompok
Perlakuan
Z
Nilai p
Keterangan
Eksperimen
Pre-Test
0,397
0,763
Normal
Post-Test
0,998
0,606
Normal
Kontrol
Pre-Test
0,565
0,907
Normal
Post-Test
0,654
0,785
Normal

Berdasarkan table  di atas dapat dilihat bahwa semua data terdistribusikan normal karena mempunyai nilai p > 0,05. Selanjutnya berikut disajikan hasil uji homogenitas seperti yang  tersaji pada table berikut :
Tabel 4
Uji Homogenitas Varians data Kelompok Eksperimen dan Kontrol

Data
Uji F
df1
df2
Sig
Keterangan
Pre-Test
1,334
18
16,743
0,265
Homogen
Post-Test
7,989
18
12,747
0,111
Homogen

Dari table 4 di atas, menunjukkan varians data pre-test dan post-test kelompok eksperimen dan kontrol homogen karena memiliki nilai p (sig) > 0,05. Berdasarkan table uji normalitas dan uji homogenitas tersebut dapat dilihat bahwa hasil tersebut normal dan homogen. Selanjutnya peneliti mencari  perbedaan yang signifikan di kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan menggunakan uji t.
Tabel 5
Hasil Uji t Independen Data Pre-test dan Post-test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Data
Kelompok
Rata-Rata
Sd
Perbedaan Rata-rata
Statistik Uji t
Nilai p
Keterangan
Pre-Test
Eksperimen
31,7
9,04
-1.1
-0.232
0,263
Tidak Signifikan
Kontrol
32,8
11,97
Pos-Test
Eksperimen
45,1
4,48
9,6
2.747
0.011
Signifikan
Kontrol
35,5
10,10

Dari tabel 5 di atas bahwa hasil uji t independen data pre-test dan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah tidak signifikan karena memiliki nilai p (0,263) > α 0,05 maka Ho diterima. Jadi tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kemampuan awal mengenal konsep bilangan di TK Islam Jami’atul Quro’. Sedang hasil uji t independen data post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol adalah signifikan karena memiliki nilai p (0,011) < α 0,05. Hal ini berarti bahwa adanya treatment dengan permainan kartu domino memberi pengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan di TK Islam Jami’atul Quro’ Kota Magelang Tahun Ajaran 2012-2013.

Pembahasan

Tabel 5
Hasil Pre-Test serta Post-Test Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Kelompok
Perlakuan
Jumlah Nilai
Rata -rata
Perbedaan
Eksperimen
Pre-Test
317
31,7
13,4
Post-Test
451
45,1
Kontrol
Pre-Test
328
32,8
2,7
Post-Test
355
35,5

Nilai post-test pada kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan yaitu memiliki nilai rata-rata 45,1 dari nilai rata-rata pre-test 31,7 atau mengalami peningkatan nilai rata-rata sebesar 13,4. Kondisi akhir kelompok eksperimen yang mengalami peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan yang signifikan karena kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan/ treatment dengan menggunakan permainan kartu domino yang dapat menstimulasi kemampuan berpikir anak dan memberikan kesempatan kepada anak  dalam berinteraksi dan memberikan motivasi berupa pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, sehingga dalam pelaksanaanya dapat menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna dan pengalaman langsung (direct experience) bagi anak.
Nilai rata-rata post-test pada kelompok kontrol tidak mengalami peningkatan yang signifikan yaitu mengalami peningkatan sebesar 2,7 dari nilai rata-rata awal 32,8 menjadi nilai rata-rata akhir 35,5. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan metode konvensional tidak begitu banyak memberikan perubahan dalam peningkatan kemampuan mengenal konsep bilangan pada kelompok kontrol. Metode konvensional bersifat monoton, membosankan dan anak-anak merasa terbebani saat mengikuti pembelajaran, sehingga perkembangan kemampuan mengenal konsep bilangan tidak berkembang dengan maksimal.
Hasil di atas juga diperkuat dengan hasil uji t independen data post-test kelompok eksperimen dan kelompok kontrol  memiliki nilai p < 0,05 yaitu sebesar 2,747. Hal ini berarti bahwa kemampuan mengenal konsep bilangan anak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Tampak bahwa kemampuan akhir mengenal konsep bilangan kelompok eksperimen memiliki nilai rata-rata lebih besar dari kelompok kontrol, hal ini berarti penggunaan permainan kartu domino  yang diterapkan di kelompok eksperimen dalam kelas A2 di TK Islam Jami’atul Quro’ Kota Magelang memberi pengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan.

Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian hipotesis tentang pengaruh permainan kartu domino terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan kartu domino tersebut memberi pengaruh signifikan terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan.

Saran
Berdasarkan simpulan dan hasil temuan dilapangan, penulis dapat memberikan beberapa saran yaitu penggunaan berbagai media yang menarik dapat diberikan guru kepada anak dalam setiap pembelajarannya untuk dapat memberi pengaruh terhadap kemampuan mengenal konsep bilangan anak. Salah satu media yang efektif untuk mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak  usia 4-6 tahun ( usia TK) adalah menggunakan permainan kartu domino dengan berbagai modifikasi yang disesuaikan dengan tema.Peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan penelitian mengenai penggunaan permainan kartu ini dalam mengembangkan kemampuan mengenal konsep bilangan anak namun juga pada seluruh aspek perkembangan anak.


DAFTAR PUSTAKA

Arbarini, M. 2009. Bermain dan Belajar pada Anak Usia Dini (Usia 3-6 tahun)[arbarini.blogspot.com].(diakses 10 Mei 2012).
Astuti, R N. (2012). Efektivitas Penggunaan Media Permainan Ular Tangga dalam Mengembangkan Kemampuan Mengenal  Konsep Bilangan pada Anak Taman Kanak-Kanak. Skripsi. (tidak diterbitkan). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Delphie, B. 2009. Matematika untuk Anak Berkebutuhan Khusus. Yogyakarta: PT Intan Sejati Klaten.
Ismail, A. 2009. Education Games. Yogyakarta.Pro-U Media.
Makmun, AS. 2005. Psokologi Pendidikan. Bandung: Rosda Karya.
Masitoh, Setiasih, O.,& Djoehaeni,H. 2005. Pendekatan Belajar Aktif di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Depdiknas.
Patmonodewo, S.  2003. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Rohmitawati, 2008. Mengasah Kecerdasan Matematis Logis Anak Sejak Usia Dini.[p4tkmatematika.org] (Diakses 24 April 2012).
Sabeth, D. 2008. Permainan Kartu Domino pada Anak Tuna Grahita dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Biloangan Pecahan. Skripsi. (tidak diterbitkan). Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.
Sugiyono, 2001.Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta.
Suyanto, S. 2005. Pembelajaran untuk Anak TK. Jakarta: Depdiknas.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar